Hari ke-24 perang, Sena sudah pulih total, itu artinya Sena harus kembali ke medan tugas. berapa lama ia meninggalkan tugas untuk pemulihan. Hari-hari yang cukup berharga untuk lebih mengerti tentanga arti perjuangan dan pengorbanan.dan sebuah arti yang baru, keluarga kedua di luar keluarga.
"Ada berapa hal yang berharga menurutmu dalam kehidupan ini?"
"Entahlah tuan, tak ada yang menurut saya berarti lebih dari diri saa"
"seperti itu ya.."
"ya.. bagi saya yang paling berharga dalam kehidupan adalah diri saya sendiri. dan melihat orang disekitar saya terluka itu membuat saya merasa sakit, dan saya sangat tidak suka merasakan sakit"
Sena sangat mengerti apa yang ingin disampaikan oleh Anom saat pembicaraan itu. dan satu dari bagian hidupnya menjadi lebih berarti untuk dipertahankan. Anom adalah gadis dari kalangan biasa yang bisa mengubah cara pandangnya tentang kehidupan dan penilaiannya tentang rakyat yang tak selaras dengan apa yang diterimanya di biro pendidikan. kehidupan yang sebenarnya tidak bisa dipelajari dalam sebuah rumusan pelajar, namun sebuah hal yang dipelajari dengan menyelaminya secara langsung. Sena berangkat dengan senyuman dan semangat yang berlipat. sesampainya di tepi danau, "Aku harap kita bisa bertemu kembali" ucap Sena pada Anom yang mengantarnya ke tempat di mana mereka pertama bertemu. "tuan, jangan perna mati untuk hidup orang lain, perjuangan bukan tentang mengorbankan diri untuk orang yang berarti dalam hidup kita. perjuangan adalah mempertahankan diri agar bisa selalu hidup dengan mereka." jawab Anom, mengikat rakitnya. Belum saja mereka berbicara lebih banyak, anak-anak desa datang mengelilingi Anom seakan bertemu sang idola, Sena hanya terenyum "jaga juga mereka, untuk negeri ini" ucapnya, berlalu.
Anom membuat suatu catatan tentang pertemuannya dengan Sena, ia tak sampai berpikir mereka akan bertemu kembali, dianggapnya hari-hari itu adalah pertemuan pertama dan terakhir untuk mereka. kehidupan yang dijalaninya adalah kehidupan di desa kecil yang penuh harapan, yang ia harapkan dari sana akan muncul perubah perubah yang akan merubah masa depan.
***
"komandan, Jalak Sena, Kepala Prajurit Pasukan Camar Biru siap masuk medan tugas kembali" Kedatangan Sena disambut baik, terutama oleh pasukannya yang seakan kehilangan pemimpinnya. Prajurit pembimbing memberikan kabar yang baru diterimanya dari pasukan utama di medan perang bersamaan kedatangan merpati kabar saat Sena kembali bertugas. Kabar yang diterima adalah bahwa pasukan utama yang dipimpin langsung Maha Patih sudah hampir bisa memukul mundur paskan musuh. pasukan-pasukan penjaga diminta untu membantu menambah kekuatan masuk ke medan perang, ini juga sebagai sebuah pelatihan bagi prajurit muda untuk mengerti bela negeri.
Fajar menyingsing semua prajurit penjaga sudah sampai ke pos utama dan mendapat arahan Panglima perang saat itu. ditekankan pada meraka bahwa hari itu perang harus sudah usai. sudah terlalu banyak ibu yang kehilangan anaknya, terlalu banyak istri yang kehilangan suaminya. dan terlalu banyak darah dan air mata yang tertumpah. semua membulatkan tekad mengerahkan seluruh kekuatan untuk membela negeri menuntaskan perang yang telah 24 hari berlalu. Bagi Sena itu adalah perjuangan mempertahankan diri untuk semua yang ia anggap berarti. dia teringat perkataan Anom saat perpisahan mereka.
Serangan dimulai. peperangan yang akan sangat berat terutama bagi para prajurit pemula. pertempuran yang akan sangat melelahkan dan menguras konsentrasi. kehilangan nyawa akan menjadi hal yang wajar dalam pertempuran namun bukan hal yang bisa dimaklumi. kemenangan adalah hal yang mutlak arus dicapai di hari itu namun Sena menekankan pada pasukannya agar keselamatan yang diutamakan, tidak ada satu anggota pun yang boleh dikorbankan
Siang hari semua prajurit sudah sangat kelelahan. namun bagi kedua pihak ini adalah peperangan yang menentukan. dari sisi Aganda ini merupakan serangan pembalikan kedaan. dan di sela kelelahan itu Sena melihat rombongan pasukan Aganda yang beralih haluan menuju hutan. setelah beberapa lama barulah Sena menyadari bahwa itu adalah jalan menuju istana. Ia mengisaratkan kepada pasukannya untuk melakuakn pengejaran. ia juga memberi kode kepada prajurit pembimbingnya agar membantu bengan pasukan tambahan. Prajurit Pembimbing menerima isyarat itu namun perang di medan utama masih sangat riskan ditariknya sejumlah pasukan.
dengan kondisi seperti ini tidaklah mungkin menecah konsenrasi prajurit yang sedang berperang. selain itu menarik banyak prajurit untuk pengejaran sama saja mengurangi kekuatan di medan utama perang. Sena lantas memutuskan untuk melakukan pengejaran dengan kekuatan pasukannya sendiri. hingga ia dan pasukannya berhasil menghadang mereka.
Pertempuran pun terjadi di jalan menuju kerajaan, 10 prajurit muda termasuk Sena tersudut dalam kepungan musuh yang berjumlah sekitar 25 orang. Sena sangat kebingungan mencari jalan untuk lepas dari keadaan tersebut. di sela kebingungan dan ujung keputus asaannya ia mengingat kembali perkataan yang dikatakan Anom hari itu. dia mengingatsemua kejadian yang ia jalani saat masa pemulihannya, lalu keluarga, istana, dan hal yang terpenting dalam sebuah perjuangan. "tidak akan ada yang dikorbankan di dalam pasukanku!!" teriaknya.. "kehidupan, perjuangan kita adalah untuk sebuah kehidupan, untuk bisa tertawa bersama dengan orang yang kita sayangi, bukan tidak ada kesempatan untuk menang, hanya harus ada jalan untuk sampai padanya.. dan aku, kita yang akan membuat jalan itu" lanjutnya meyakinkan.. Semuanya mulai tersadar dan mulai tumbuh sebuah harapan dan semangat dalam keterdesakan mereka.